Wed 28 Mar 2007
Garuva Hidden Tranquility Restaurant and Bar
Posted by Tiara under Reviews , Australia , Restaurant , Bar / Pub[2] Comments
Garuva Restaurant / Bar terletak di 324 Wickham Street, Fortitude Valley, Brisbane 4000. Letaknya yang strategis di dekat pusat kota dan ditengah2 district club/bar ini bukanlah faktor yang menyebabkan mengapa Garuva tidak pernah sarat pengunjung. Bahkan, letak restoran ini sangat tidak menonjol. Tidak ada papan besar berlampu terang dengan tulisan GARUVA didepannya, pintu masuknya pun kecil, dan gelap. Mudah sekali untuk melewati jalan Wickham Street ini tanpa tahu bahwa restoran ini exists. Garuva menjadi populer dan tempat hangout favorit hanya lewat words of mouth saja. Yuk kita lihat kenapa kok Garuva ini bikin penasaran orang, dan sekali datang bakalan datang lagi sambil rekomen ke- / ngajak teman2nya buat datang
Hari Jumat malam, saya dan adik2 saya datang kesini untuk merayakan ulang tahun teman kami. Setelah berputar2 mencari tempat parkir (maklum akhir pekan), akhirnya dapat juga tempat parkir persis didepan pintu masuknya.
Setelah masuk dari pintu kecil itu, kita tidak langsung melihat meja2 makan, pelayan, gelak tawa pengunjung dsb seperti pada umumnya restoran. Yang kita lihat adalah semacam lorong kecil, dan dikiri kanannya dihiasi tanaman2, pohon palem, sungai kecil, lampu taman yang redup, sekilas seperti mini rainforest. Diujung lorong ini baru ada pintu masuk utamanya. Tapi jangan langsung masuk dulu! Disebelah kanan ada semacam loket dimana kita harus laporan (kalau sudah bikin reservasi sebelumnya), atau laporan berapa orang yang akan bersantap disana malam itu. Malam ini kami semua sudah bikin reservasi, jadi kita langsung deh digiring ke dalam lewat pintu utama itu
Begitu sampai didalam.. aih.. apa ini? Didalamnya seperti ruangan besar, dengan “ruangan2″ yg ditutupi oleh kain. Ternyata didalam “ruangan” tsb makannya. Privat dan bebas nyamuk tentunya ;-D. Tapi walaupun kita sudah ada reservasi, kita ngga bisa langsung duduk dan makan nih. Wah wah wah… Ngapain dong? Ternyata…. ada ruangan tersembunyi….. yaitu cocktail barnya Garuva, yang ada diruangan lain.
Begitu masuk cocktail bar-nya, langsung terdengar suara live music yang asik banget. Temanya selalu akustik jazz/blues/R&B. Musik2 yang dimainkan enak2 sekali membuat badan ingin langsung bergoyang. Hiruk pikuk orang yang ngobrol dicampur alunan suara musik tidak terasa mengganggu sama sekali karena suasana cocktail bar yang sangat santai. Lagi2 suasananya redup, dan yang paling asik, disana ada meja2 rendah dan bantal2 besar untuk tempat duduknya. Duh enaknya duduk santai dilantai beralaskan bantal empuk sambil ngobrol, minum dan mendengarkan musik
Setelah beberapa saat, akhirnya meja kita sudah siap. Masuk deh kita kedalam ruangan yg berdinding kain itu. Tempat duduknya pun seperti lesehan, hanya alasnya cushion empuk. Tema makanan di Garuva ini kebanyakan makanan asia dan india. Makanan pembuka yang kami pesan adalah roti babaganush. Nikmat sekali ngobrol sambil merobek roti yang hangat dan sedikit dilapisi tepung luarnya sambil dicocol2 ke dip babaganush
Makanan pun akhirnya tiba. Kami semua pesan makanan sendiri2 tapi saling mencoba satu sama lain. Saya sendiri pesan ikan bakar yang rasanya lumayan gurih, tapi sayang porsinya agak sedikit dan sausnya kurang berani (hanya pakai saus asam manis yang menurut saya agak tawar malahan). Makanan lain yang sempat dicoba adalah lamb curry yang rasanya mendekati gulai kambing. Kambingnya memakai bagian leg lamb yang dimasak beserta tulangnya. Dagingnya empuk sekali sampai bisa ngelupas2
Soal rasa, lamb curry ini memang enak, tapi sekali lagi menurut saya, agak kurang berani bumbunya. Ah, mungkin itu karena lidah orang Indonesia yah yang nyoba, lidah yg sudah terbiasa masak apa2 selalu kaya akan bumbu dan rempah2 hehehehe…
Lalu ada prawn and pumpkin fritters yang agak mengecewakan. Teksturnya seperti bakwan udang biasa, hanya saja udangnya sama sekali tidak terasa, bahkan tidak ada daging udang sama sekali didalamnya, semuanya sudah dihancurkan jadi satu, seperti makan tepung goreng saja jadinya. Sewaktu baru datang, luarnya garing, tapi setelah beberapa saat cepat sekali lempem dan berminyak jadinya. Sausnya pun hanya seperti cuka berwarna orange dengan tekstur kental. Aih, next time jangan pesen ini lagi deh. Mana porsinya banyak banget lagi yang ini, susah ngabisinnya, hihihi.
Chicken karaagenya nih yang enak. Rasanya mendekati karaage orisinal di restoran2 Jepang, dan bumbunya pun meresap sampai ke gigitan terakhir. Daging ayamnya empuk dan juicy. Yum!
Yg sempat saya coba lagi adalah creamy chicken with rice. Rasa creamy chicken ini agak2 mirip dengan chicken ragout, atau mungkin seperti Putengeschnetzeltes di Jerman. Hmmmm… it was OK menurut saya.. nothing special
Maaf ya koki Garuva, hehehehe.
Kesimpulannya, menurut saya, kalau mau makan yang benar2 enak dan otentik, Garuva ini bukan tempat yang tepat. Garuva didatangi banyak orang karena atmosfirnya dan konsepnya yang unik, sehingga menjadikan tempat ini tempat yang asik untuk catching up with friends dan bersantai sehabis kerja saat Jumat malam. Lagipula, harga makanannya yang dipatok rata seharga $17.50 / porsi (apapun jenis makanannya) cukup terjangkau. Kalau habis makan masih mau ngobrol2, bisa masuk ke cocktail bar-nya lagi dan membuat pilihan dari jenis2 cocktailnya yg bervariasi (non alcoholic cocktail juga tersedia). Ada nama cocktail yang lucu disini, “Jamacian Me Crazy”, lah.. kok Jamacian sih? Bukannya Jamaican.. Salah tulis kali? Ternyata engga… namanya beneran Jamacian Me Crazy… Jadi kalo dibaca gaya2 org Jamaica gitu, kedengerannya kayak “(j)ye (you) makien’ (making) me crazy” alias you’re making me crazy, hihihihi… Tapi sayang kita ngga nyoba yang ini soalnya udah kenyang sih abis makan.
Oh iya, kita sempet pesan dessert dan makan rame2, kue coklat yang sangat rich dan padat teksturnya dengan hazelnut didalamnya, dengan saus chocolate fudge, 3 scoops es krim dan whipped cream. Yuuuummm
Garuva ini buka 7 nights a week untuk makan (dari jam 6 pm sampai 12 midnight). Cocktail Bar-nya buka hari Jumat dan Sabtu malam saja jam 5.30 pm sampai jam 2 pagi. Kalau untuk hari Minggu - Kamis, tidak ada time restriction untuk makan. Tapi kalau hari Jumat dan Sabtu malam, ada restriction dikarenakan banyak pengunjung. Jam buka yang dari 6 pm - 12 midnight itu dibagi menjadi dua sittings. Sitting pertama yaitu jam 6 sampai jam 8 pm (dibatasi 2 jam saja). Sitting ini cocok untuk yang udah kelaparan, karena mereka bisa makan dulu, dan sesudahnya bisa ngobrol2 di bar-nya kalau masih mau. Sitting kedua yaitu jam 8, tapi kebanyakan sih walaupun kita buat reservasi jam 8, baru dapat duduknya masih 45 menit sesudahnya (seperti contohnya kita). Tapi ngga apa2 sih, karena sitting kedua cocok untuk pengunjung2 yang ngga terlalu lapar, tapi bisa dapat lebih banyak waktu untuk ngobrol2 sambil makan (sampai restonya tutup).
All in all, menurut saya tempat ini pantas mendapatkan nilai rata2 7.5 dari 10, untuk atmosfir, harga, rasa dan pelayanannya
Visit Garuva’s Website here.

